Burung Gereja Si Kecil Yang Merdu

gejluk sanaji
alings March 15, 2019

Burung Gereja Si Kecil Yang Merdu

Gejluk sanaji – Burung gereja yang kecil ini tinggal di sekitar lingkungan kita.Kicauannya membuat situasi kota semakin meriah.Kenapa burung ini diketahui menjadi burung gereja, ya?Senang Bersarang di Bangunan

Burung gereja senang bersarang dibagian bangunan. Umumnya burung kecil ini membuat sarang di bubungan atau lubang yang berada di bangunan tinggi. Burung berbulu cokelat ini tidak takut pada manusia, lho.

gejluk sanaji

Mereka seringkali hinggap serta bersarang di bangunan yang ditempati manusia.Senang Bersarang di Bangunan Gereja yang Tinggi. Nah, di Indonesia, burung-burung ini senang bersarang di gereja.Bangunan gereja biasanya dibikin tinggi.Itu mengakibatkannya burung bernama ilmiah Passer montanus ini memperoleh nama julukan burung gereja. Kadangkala sebagian orang memburu burung ini dengan gejluk sanaji untuk mendapatkan burung tersebut.

Di negara lainnya burung ini tidak dimaksud dengan burung gereja.

Burung gereja-erasia mempunyai ukuran badan tengah (14-15cm). Burung gereja-erasia pun adalah hewan yang monoformik (type kelamin dari burung dewasa serta anak begitu susah untuk dibedakan). Mahkotanya berwarna coklat berangan, dagu, tenggorokan, bercak pipi, serta setrip mata hitam. Badan sisi bawah kuning-tua keabu-abuan, mengenai badan di bagian atas berbintik-bintik coklat dengan sinyal hitam serta putih. Pada burung muda berwarna lebih pucat dengan sinyal ciri khas yang kurang jelas.

Burung ini berkembang biak pertama-tama pada usia setahun serta membuahkan lima sampai enam telur. Sayangnya burung geraja-erasia cuma membuahkan dua sampai tiga keturunan saja yang akan terlepas sarang pada usia 15-16 hari.

Burung gereja-erasia diklasifikasikan menjadi keluarga burung pemakan biji-bijian. Mereka menyebar dengan global hampir di semua dunia, dari mulai Pulau Jawa, Sumatera serta Bali. Burung ini juga hidup di dataran rendah sampai ke dataran tinggi (1500 mtr. di atas permukaan laut).

Burung gereja-erasia yang buat beberapa orang dipandang biasa, memiliki keunggulan sendiri yakni diketahui dengan arti ‘human dominated ecosystem’, yang bermakna mempunyai potensi berkoloni serta “bandel” sebab tidak takut ada dekat dengan manusia. Oleh karenanya, sering burung ini diketemukan di permukiman jarang masyarakat ataupun padat masyarakat. Diluar itu, burung gereja-erasia pun seringkali diketemukan berkelompok di sekitar tempat peternakan serta tempat pertanian (terpenting yang dekat dengan beras serta biji-bijian). home4schoolgear.com

read more

Read More